what i was dreaming of- being chased by police because i stole his car and wife; WEIRDDo

Location RSHI; Mood: little bit happy, tired due to kekalahan Quman pas Futsal.

Mimpi saya;
yah, malam itu malem jumat; entah malem jumat legi ato asin, kala itu tubuh saya terasa lemas sekali, sepertinya aura saya tersedot; entah oleh siapa (boleh berandai-andai asal jangan terlalu landai). Setelah melayani tamu penting di markas Sigura-gura, saya kembali melanjutkan kerjaan saya; baca the Economist sambil makan Togo, minum teh sisa tamu yang gag habis (sayang-katanya pedagang siomay gula mahal) sambil dengerin ceramah Bung Maulana Isnarto dari RRI citra Pro3 105.30 FM (kalo di Malang) yang lagi ngebahas soal Om Susno Duadji yang lagi sibuk merahasiakan nama dari Mr.X yang katanya jadi the Man Behind Tax Official, Attorney General Officer, and Police Official Taxations Scandals.
Waktu menunjukkan pukul 9.32 (bisa tepat gini ya? Ya emang saya belakangan begitu suka menikmati detik-detik yang saya lalui pasca wisuda; btw saya kemarin baru wisuda tanggal 21 Maret 2010, sekarang, ketika saya nulis ini adalah tanggal 9 April 2010 (saya ini katanya bisa di sebut pengangguran loh selama 18 hari- congratulations). Pukul 16.00 waktu Ruko SHI E9.
Btw, mari kembali ke proses sebelum saya melakukan kegiatan tidur; gag biasanya emang, temon tidur jam 9an, kalo gag bener-bener capek habis ngapain gitu deh (eits, jangan terlalu mikir jauh jauh dulu soal ngapain itu). Saya belum shalat Isya, belum mandi sore, belum cuci kaki dan gosok gigi, padahal baru makan tahu telor; biasanya kalo makan ini malem-malem mulut ini rasanya emang rada aneh; ketika itu tubuh saya bener-bener lemes, power saya paling Cuma tinggal 5%. Sepertinya Tuhan memberkati saya untuk tidur….5…4…3..2..1…
Tidur…ZZzzzttt….ZZZzztttt…..
Gelap…
Proses menuju mimpi…bip..bip…bip….
Cahaya mulai masuk..3…2…1.. action.
Pada suatu ketika, di dalam mimpi, tiba tiba saya bermimpi melakukan pencurian terhadapa sesuatu hal, kurang jelas saya nyuri apa, bukan nyuri mungkin, tapi mungkin juga nyuri, bingung juga sih raison d’etre nya, saya tiba tiba lari terhuyung-huyung, sepertinya saya di kejar polisi, entah ketika itu bangun dari ranjang ato apa; masih gelap bayangannya, saat di kejar tiba-tiba saya melihat mobil nganggur, sepertinya mesinnya masih hidup; malam ketika itu, menjelang subuh mungkin, begitu dingin di luar, directly, saya langsung menuju tuh mobil MVP; mereknya kayaknya Chevrolet deh, warna item ada striping cokelat juga di bodynya, saya akhirnya mengendarai tuh mobil dan membawanya lari dari kejaran orang yang mungkin juga polisi itu; dan mungkin juga dia pemilik mobil yang saya tungganggi.
Saya pacu itu mobil dengan kencang, tapi saya pun bingung, lokasi saya saat kejadian itu berlangsung sepertinya di Bangil, tempat dimana saya lahir dan tumbuh sampe umur 18 tahun. Tempat dimana emak bapak saya di pusarakan, tempat rumah saya berada, saya bisa berkata demikian karena pas di mimpi saya kalo gag salah ngelewati pertokoan daerah Dynasti sama Mitra, jadi gag salah lagi lokasinya pasti di Bangil. Anywey, ini mobil mau di bawa kabur kemana ya? Saya bingung; saya juga merasa bahwa keadaan makin mencekam; kala itu saya banyak melihat Brimob, TNI, sama Densus 88 mungkin, karena pakain orangnya item-item gitu, ada yang pake masker juga, senjata lengkap standart tempur invasi militer; M5, AK47, sama revolver + silincer. Saya makin takut; mereka tampak gag mencurigai saya; tapi saya merasa di kejar-kejar entah oleh siapa…
Tak lama kemudian, sekelompok mobil warna hitam ala FBI yang di films Holywood mengejar saya, tapi nampaknya menyetir style saya gag kalah tangguh dengan mereka; mumpung lokasinya di Bangil saya apal juga jalan-jalan tikusnya; saya lewatkan itu para pengejar di jalanan yang njelimet dan becek. Tak dinyana saya akhirnya lolos juga, padahal kalo masalah speed mobil MVP hasil colongan ini lho masih kalah sama punya yang mungkin FBI lokal Indonesia itu mereknya kaya’e GMC buatan General Motor Corp; 8 Silinder 3000CC, ah mungkin ini miracle dari Tuhan biar mimpi ini terus berlangsung akhirnya saya terselamatkan dengan baik.
Di persembunyian saya (saya sembunyi di dalam mobil), saya ini bingung juga di mimpi ini, kenapa saya kabur? Kenapa saya di kejar? Kenapa juga saya nyolong mobil orang? Saya habis ngapain? Kesalahan apa yang saya buat sampe-sampe saya kayaknya di kejar-kejar wartawan kaya Anji Drive ama Sheila Marsha?
Scene2
Tiba-tiba saya di hadapkan dengan fase lain, maklum; namanya mimpi kadang-kadang suka gag nyambung, tapi wait, nampaknya masih ada korelasi di sini, dan mungkin bisa jawab pertanyaan saya saya sebelumnya terkait terkejar-kejarnya saya oleh orang tidak di kenal.
Tiba-tiba saya berdiri di sebelah tiang listrik; mungkin juga tiang telepon punya telkom, warna abu-abu ada tulisannya PT.Wika juga, lokasi ini mengambil setting di Ledok; di toko pojo’an yang Jual LPG sampe Aqua; saya gag tahu namanya orang ini; kalo gag salah orang Banjar;Turkey, iya saya lupa namanya, yang jelas Motornya itu Kharisma; biasanya kalo ke Manarul sama-sama pas bulan Ramadhan. Lokasi itu nampak begitu ramai dan crowded; sepertinya telah terjadi perayaan atau apa gitu; yang jelas banyak orang lagi berkumpul; entah memperhatikan apa.
Saya megangin hape, sepertinya saya lagi menunggu telephon dari seseorang; sepertinya penting posisinya bagi kehidupan saya, sementara tangan kiri saya megangin kresek putih; entah apa isinya; saya pun bingung kenapa tiba-tiba bawa kresek putih itu, akhirnya telephon saya berdering; suara wanita; sexy suaranya.. dia mengajak saya bertemu dia bilang “aku lagi ada di depan kamu; lihat deh ke depan”…
Saya pun memalingkan wajah saya ke depan…saya melihat wanita tinggi semampai, rambut lurus, curly ujungnya; kalo di Indonesiakan face nya mirip sama J.alexandra (padahal di kehidupan real aku jarang ngesir ini orang) make kacamata hitam, high heels, long dress selutut; motif bunga-bunga.
Saya pun menghampirinya; dia berdiri di bawah telepon umum; (di kehidupan nyata gag ada telepon umunya di lokasi tsb-red), perempuan itu berkata” udah, kamu jangan kabur lagi ya, kamu lebih baik nyerahin diri ke polisi aja “sayang” …. suamiku udah lapor ke divisinya soal apa yang kamu lakuin tadi malem sama aku..
T: Sama aku?? Suamimu? Tadi malem? Nguk…nguk..clingak clinguk…
W: iya, kamu kok pura pura lupa sama aku? Suamiku gag terima, aku udah hianatin dia, makanya dia ingin jeblosin kamu ke penjara; katanya tindakanmu termasuk kriminal; menggoda istri orang dan mencuri MVP kesayangan dia yang mesinnya masih nyala.
T: “””??? astaghfirullah ………………Saya pun berfikir…
Apa yang telah saya perbuat dengan wanita cantik ini? Kenal namanya saja tidak… kok tiba tiba dddd…iiiii…aaa bilang kaya gitu? Toengk…toenk…pikiran dan imajinasi saya melompat lompat kayak katak kehilangan kakinya satu biji; sedikit terperanjat dan mencoba meremember apa yang
Tiba tiba, seorang lelaki, kulit sawo matang; agag hitam, rambut pelontos 0.3cm, tinggi sekitar 167 cm, pake sepatu vantovel, poloshirt garis-garis horizon, warna putih biru tiba tiba ikut dalam pembicaraan..anggep aja inisialnya P.
P: heh, akhirnya kamu menyerahkan diri juga, dasar anak muda hidung belang; sudah kau embat istriku, mobilku kini juga kau embat, kau sudah menyalahi hukum; kau tak tahu bahwa aku polisi?
T: waduh om, saya gag tahu kalau W punya suami itu police, kalau saya tahu dari awal ya paling gag saya bisa antisipasi (with my innocent and artificial mimic)
W: udah lah pi, yang penting ia udah nyerahin diri toh, kasian dia(sambil mengelus elus rambut saya – asik –asik- jaarang jarang mimpi kaya gini)
P: sembarangan aja, dia harus di hukum, masuk penjara. (sambil memegang borgol yang sepertinya berlapis emas yang mungkin biasanya ia pakai untuk menangkap antek-antek nyi roro kidul di Senayan parliamentary hall)
T: ampun om, jadi saya mau di bui nih, saya kabur lagi boleh?
P: enak aja, kamu pikir aku polisi sembarangan? Wes wes, sek enom wes ngelakoni hal koyok ngene; wes ngembat bojone polisi, nyolong montore pisan.,..bakal koyok opo le keluargamu lek ero anakke koyok ngene,….
T: (sepertinya saya udah takut dan mau nangis kala itu) , Pak ojok laporno nang bapakku, aku yo gag mau di masukin Bui, aku masih enom , masak wes kudu masuk kono
Scene 3…
Akhirnya demi menjaga kenyamanan mimpi saya, saya memutuskan untuk melakukan tindakan bangun saja, gile aja masak mimpi-mimpi masuk penjara, emoh ah, mending abngun aja…
Zzzztt….Zzttt… Alarm 5310 berbunyi, menanakan pukul 3 WIB; lagu Philip shanborn mengiringi kebangunan saya dari mimpi yang terible. He9,
That was little of my latest dream, everynight i praying to God to let me able to memorize all of my dreams during my sleeping time, hopefully The Divine God could always let me get those kin of dreaming experiences. C u on my next dreaming note’s project… Chiao

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: