Chapter I; Serat niti sastra; ancient wisdom for modern leaders niti sastra.

Serat niti sastra; ancient wisdom for modern leaders niti sastra.

Niti sastra berisi tentang tata-krama, keagamaan, pergaulan dan teladan perbuatan baik. Serat ini mengandung pesan-pesan moral yang patut diketahui, diamalkan, dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari, i hope by learning this ancient java wisdom would improve my thorough understanding related to what was happening in my ancestors life.

Chapter I

  1. Sembah Sujudku kepada Sang Pembebas Agung yang telah memebebaskan diriku dari segala keterikatan; Kepada Yang Maha Kuasa Abadi Yang Bersemayam di dalam hati… Wahai Sumber Segala Chaya, Terangilah jiwa setiap manusia, lewat coretan-coretanku yang tak berarti dalam karya Niti Sastra ini…
  2. Manis, asam , asin, pedas, pahit, dan sepat; bagaimana rasa menjelaskan rasa yang beragam itu, tanpa pengetahuan dan penguasaan bahasa? Berada di tengah mereka yang tahu, terpaksa kau harus membisu.
  3. Perngetahuan bagai racun bagi mereka yang malas dan tidak mau menuntutnya sebagaimana makanan yang tidak tercerna pun menjadi racun dan menyebabkan penyakit; sebagaimana berkumpul dengan orang banyak tidak menyenangkan hati mereka yang kurang pandai bergaul; sebagaimana pasangan yang tua renta mendongkolkan hati seorang perawan jelita yang  masih muda.
  4. seorang pemimpin harusmampu mengambil hati dan menyenangkan banyak orang. Bersama sesama maupun lawan jenis, gunakan bahasa cinta, kata-kata manis. Bersama para cendekiawan . gunakan bahasa pengetahuan; dan kepada seorang lawan tunjukkan semangat serta keberanian.
  5. Mengatasi amukan seorang penjahat tidak semudah menjinakkan binatang buas. Karena itu, janganlah engkau meremehkan seorang penjahat, seorang lawan.
  6. Gunakan batang tunjung untuk mengetahui kedalaman air; perhatikan tingkah laku dan gerak-gerik manusia untuk mengetahui kemuliaan sifatnya. Ia yang berpengetahuan bersikap sabar, ikhlas, halus, dan berbudi tenang. Ia yang telah mencapai kesempurnaan ilmu berbicara dengan tenang dan para pendengar pun girang.
  7. Kaya tapi berperilaku tak layak; berpengetahuan, tapi berkumpul dengna orang jahat; berusia tua namun berakhlak rendah hidup mereka sungguh tak berarti, tidak bermakna.
  8. Ketiga sifat itu memang tidak terpuji, namun masih ada satu lagi yang sungguh lebih menyakiti, yaitu tidak menepati janji.
  9. Seorang yang tidak berpengetahuan bersuara keras untuk mencari perhatian. Begitu pula dengan orang yang jelek rupanya, banyak dibuat-buat tingkah lakunya,
  10. Singa menjaga hutan, dan dijaga oleh hutan. Perselisihan antara mereka merugikan keduanya. Hutan tanpa penjaga di rusak manusia, singa di luar hutan pun diburu manusia.
  11. Seorang manusia tak dapat hiup tanpa bersahabat; bila harus mencari perlindungan berlindungalah pada yang berkuasa.
  12. Sebagaimana anaka ikan dan kura-kura belajar dengan hanya mencontoh perilaku induk mereka. Seorang anak manusia pun haruslah mengikuti jejak orang tuanya, meniru perbuatannya.
  13. Namun tidak selalu terjadi demikian. Karena itu, anak manusia membutuhkan pendidikan, perawatan dan pemeliharaan kesadarannya serta dibangkitkan pula semangatnya.
  14. Agma mengajarkan kerelaan untuk berkorban demi kebaikan dan keselamatan banyak orang; ilmu pengetahuan meneguhkan hati, supaya tidak terombang-ambing.harta benda hendaknya tidak sekedar membahagiakan, tetapi memuliakan, sebagaimana seorang anak tidak hanya menyenangkan, tetapi mengharumkan nama orang tua.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: