Chapter II of Serat Niti Sastra; ancient wisdom for modern leaders Niti Sastra.

Chapter II

  1. Awam mementingkan pakaian, perhiasan, dan hal-hal luaran lainnya; bagi mereka yang berpengetahuan bacaan baiklah satu-satunya andalan.
  2. Harta yang kau peroleh dari jerih payahmu sendiri – itulah yang terbaik, harta yang kau peroleh sebagai warisan dari ayahmu masih tergolong baik. Yang tiak baik adalah pemberian ibu; lebih-lebih lagi uang pemberian istrimu. Namun di atas segalanyaadalah rampasan perang- sangat tidak baik.
  3. Untuk mengakhiri perselisihan dengna lawan, kau dapat berdamai dengannya, emmecah belah kubunya, bersikap penuh kasih, atau memaksa dan menghukumnya. Silahkan menguasai keempat cara itu, anmun upayakan selalu untuk mengakhiri segala persoalan dengan kasih sayang.
  4. Menghaapi seorang lawan, janganlah engkau menunjukkan rasa takutmu. Itu akan mengendurkan semangat para kawan yang membela dan mendukungmu. Tidak perlu menghina musuhmu karena ia akan bertambah marah. Karena semangat membara dalam hatimu cukup untuk mengalahkannya tanpa senjata.
  5. Pengetahuan adalah kawan utama; hawa nafsu adalah  musuh utama; cinta orangtua kepada anaknya, itulah cinta utama. Dan kekuatan takdir, nasib. Setiap orang harus tunduk pada apa yang disuratkan untuknya.
  6. Burung murai dihargai karena merdu suaranya; seorang istri, karena kesetiaan dan kesucian hatinya. Pelajaran tertinggi adalah yang kau peroleh dari seorang Guru sejati; penghargaan tertinggi diberi oleh para suci kepada mereka yang suka mengampuni.
  7. Sungguh sangat disayangkan apabila seorang kaya tak punya kecerdasan. Walau muda, sehat, rupawan dan keturunan bangsawan, bila tanpa kecerdasan ia mirip bunga kapuk hutan. Tiada semerbak mewangi, walau berwarna merah menawan.
  8. Tingkkah laku sopan membuktikan dirimu berasal dari keluarga baik. Kesehatan badan membuktikan makananmu bergizi dan baik. Sifat ramah antara para sahabat mengukuhkan persahabatan. Kebiasaan mengampuni membuktikan kerelaan diri para suci.
  9. Bisa hewan berada di bagian-bagian tertentu badannya. Bisa manusia jahat tersebar rata di seluruh jiwa dan raganya.
  10. Anak manusia tegantung pada induknya; ikan kolam tergantung pada kedalaman airnya; burung di langit tergantung pada sayapnya; seorang pemimpin tergantung pada kepuasan mereka yang dipimpinya.
  11. Kemasyhuran seorang berhati baik melebihi suara gong dan guntur, ia memenuhi seluruh dunia karena orang memujinya.
  12. Hindari makanan yang tidak layak untuk dimakan; hindari segala sesuatu yang mengotori badan. Jauhi mereka yang berseteru terhadapmu.
  13. Janganlah sekali-kali mencela para bijak, kitab-kitab suci dan para guru yang telah mengajarimu. Karena perbuatan tercela itu hanyalah akan mencelakai dirimu.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: