Chapter V of Serat Niti Sastra; Ancient Wisdom for Modern Leaders; “Niti Sastra”

Chapter V

advices for Indonesia’s next leader generations ; hopefully that would be u and i

  1. Seorang pelajar wajib menuntut pengetahuan dan keutamaan di dunia. Bila sudah dewasa, berusia duapuluh tahun, biarlah ia berkeluarga, berumahtangga. Di usia senja, hendaknya manusia berpegang teguh kepada segala yang baik saja. Di atas segalanya, janganlah kau berhenti berguru, hingga maut datang menjemputmu.
  1. Ia yang tiak banyak bicara mengundang harta benda. Terlalu banyak bicara, hanya menyebabkan derita. Manusia Utama bagaikan sebuah pelita, menerangi, tanpa banyak bicara.
  2. Kata-kata dapat membahagiakan; kata-kata pula menyebabkan kebinasaan. Kata-kata mencelakakan; dan kata-kata pula membantu dalam pergaulan.
  3. Mulut sepi tanpa sirih; rumah sepi tanpa anak; desa sepi tanpa kepala. Tiga “kesepian” itu menjadi satu dalam diri manusia tanpa penghasilan.
  4. Jangan memperistri wanita yang terlampau miskin, bau badannya, jelek suaranya, berpenyakit keputihan, tidak sopan, tanpa perasaan, dan tidak berpengetahuan.
  5. Bila ingin beristri, pilihlah seorang perempuan berbudi tinggi, cantik dari keluarga terpandang, lemah lembut, berhati baik, dan berperasaan.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: