Chapter VIII of Serat Niti Sastra; Ancient Wisdom for Modern Leaders; “Niti Sastra”

Chapter VIII

Wishing guidence from The Divine One…

  1. Cahaya matahari berlebihan di pagi hari merusak badan dan berakibat tidak baik. Berbagai macam penyakit juga disebabkan olehnya. Cahaya matahari sore sudah tidak terlampau panas, menyejukkan badan dan menyiraminya dengan semangat. Hindari api besar yang dapat membakar, karena tidak membantu pertumbuhannmu. Anggaplah setiap pekerjaan sebagai persembahan, supaya tidak menjadi angkuh dan selamat dari kebinasaan.
  2. Lenyaplah kilauan wajahmu bila kau tidak berbagi berkahmu dengan mereka yang kurang beruntung darimu. Lenyapklah kilauan wajahmu bila kau masih muda namun tidak berpenghasilan tidak memiliki harta. Saat itu, wajahmu seperti seorang tua renta, tampak hangus terbakar, walau memiliki kedudukan dan harta.
  3. Ada lima orang atau kelompok orang yang patut kau hormati sebagai orangtua: mereka yang menolong jiwamu saat kau dalam bahaya; mereka yang membantumu tanpa pamrih, dan tidak berharap apa-apa. Para pengajar dan guru yang menyucikan jiwamu. Dan tentu saja kedua orangtua yang telah melahirkanmu.
  4. Harta dan wanita, itulah dua penyebab utama pertikaian, pertengkaran, antara sesama manusia. Seorang bijakpun dapat terpengaruh olehnya, sehingga ia lupa keluarga, guru, dan orangtua. Hanya orang yang senantiasa sadar  dapat terhindar darinya. Baginya harta benda dan wanita tak lebih dari segumpal tanah.
  5. Seorang bodoh di puji di lingkungan rumahnya sendiri. Seorang pejabat tinggi dihormati di wilayah kekuasaannya sendiri. Seorang pemimpin yang berani dijunjung tinggi oleh rakyat senegeri. Namun, orang bijak berhati bersih di mana pun dihormati, dan di puji-puji.
  6. Jangan bersahabat dengan orang jahat. Bergaulah dengan mereka yang berhati baik dan bijak. Janganlah menunda perbuatan baik. Layani dan berdermalah selalu tanpa pilih kasih dan memandang bulu. Hidup tidak kekal, dan penuh dengan ketidakpastian. Sementara itu, kematian adalah sebuah kenniscayaan, sebuah kepastian. Walau tak seorangpun tahu persis kapan maut datang dan menjemputnya setiap orang harus meninggalkan seluruh  harta kekayaannya. Sebab itu, selagi masih hidup, bergurulah pada seorang bijak; biarlah ia menuntun seluruh langkahmu , demi keselamatan dirimu,

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: