Monthly Archives: July 2010

the story of un-believebel….kisah yang (Malang) banget.EP-1

alkisah, di suatu kota, muncullah sepasang kekasih yang sedang memadu asmara… di lantai dua salah satu cafe berisnisial C, di balkon yang dekat dengan pohon lidah buaya, cafe itu berwarna orange, lokasinya deket dengan tempat billiard berinisial O.

back tu the current situation…

mereka nampak serius sekali…sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu…tentang hidup dan mati mungkin…

karena perasaaan yang khawatir terjadi apa apa… saya pun merubah badan saya menjadi siluman casper yang bisa menjadi transparan…saya pun menguping pembicaraan mereka..and the story..begin..

(biar lebih kesannya real, yang perempuan tak kasih nama Ratna dan yang lelaki adalah Eko), umur mereka kira-kira 23 dan 24, mereka nampaknya sama-sama pekerja kantoran. Eko punya logat jawa kental dan si Ratna punya logat kalimantan.

R: “mas, gag terasa, udah tiga tahun kita menjalin hubungan, semenjak pertemuan kita di toilet lelaki …di Matos..”… gag terasa juga, 1 minggu lagi kita akan get married…hah…aku masih gag kebayang pasti bahagia habisi waktu sama kamu terus…..”

E: “iya… undangan udah kita sebar ke 1000 teman dan family kita, kasur spring bed merek florence sama sprei putih udah aku pesan juga, sama bed covernya…”

R: “wah, sebentar mas… bed cover? seprei? buat apa? warna putih lagi, kan aku sukanya warna merah mas…”

E: “ya gitu sayang, di keluargaku tiap ada manten anyar kudu masang sprei warna putih, terus seperei yang habis di pake MP itu di simpen di dalam aquarium, di kasih lampu sampe salah satu dari kita di panggil Tuhan”

R: (nampak tercengang…) wah , kok aku baru tahunya satu minggu sebelum wedding an kita?

E: (sambil mengacengkan alis kirinya..) lho justru ini hanya boleh di ceritakan 1 minggu menjelang kawinan sayang… gitu kata eyang buyutku…. ini udah turun temurun semenjak 350 tahun yang lalu lho..”

R: (masih tercengang…wajahnya nampak memerah..).. Mmm…

E: “knapa say, gag biasanya muka’ km kaya gitu, kamu gag nyembunyi’in sesuatu dari aku kan??…iya kan?,..”

R: “eng…enggak kok sayang, aku cuma kaget aja ada budaya macam gitu di keluargamu… kok bisa kaya gitu , gimana ceritanya?”

E: Begini ceritanya (dengan mata sparkling…penuh wibawa dan prinsip-ke hati-hatian)…dulu kakekku sama buyutku itu pengabdi keraton jog… setelah mereka pensiun, akhirnya mereka memutuskan untuk meniru budaya kraton itu..dan mewajibkan generasi kami untuk turun menurun make cara kaya gitu… katanya biar tahu kesucian pasangan masing-masing…”

R: “aneh juga ya, itu berguna bagi cewek ato cowok?”

E:”ya dua-duanya… pokoknya generasi keturunan kami secara turun-temurun kudu menjaga kesucian sampe saat menikah… dan hanya mempersembahkan nya untuk pasangan yang dcintai”

R:” terus seumpama kamu dapet pasangan yang ga bisa ngasih bercak merah di sprei itu gimana?”

E: “ya berarti si wanitanya suah terenggut kesuciannya”….

(3o menit kemudian, setelah membahas hal-hal yang bersifat biologis ala dr.boyke dan najwa shihab..and my face seems so bored, since i’ve alreay understood those kind of dialogue gonna ended up with….a break event point)

E: Apa????

R: “iya, aku udah ga V lagi, terus kita mau batalain pernikahan kita gitu?”

E: “ya bukannyha g..ggtu… aku shock(ed)…”, “kok selama tiga tahun ini aku gag ngerti…. aku agag ngerasa kamu tusuk dari belakang, kan harusnya aku yang “nusuk” kamu…..” (pembicaraan dewasa-red)

R: “iya.., ini semua juga gara-gara kamu… kamu jarang nemenin aku, kamu juga jarang nganterin aku, terus…kamu juga jara…

E:” iets, jarang apa? bukannya aku sering banget ngabisin waktu sama kamu?”

R: “iya, kamu emang sering banget nemenin aku, kalo keluar… tapi hal kaya gitu gaga cukup buat aku tau…(dengan nanda emosi ala jojo-shinta)…”

E:”terus, maksud kamu gimana? make penekanan kalo “keluar” segala, bingung aku (dengan face lugu polos, ala kaos oblong GT man di Indomartet”

R: “dasar dudul…., kamu itu selama ini cuma ngajakin aku keluar, nonton, makan, ke BNS, ke tempat wisata … kamu lupa ya ya,… aku kan juga butuh belaian kasih sayang…”

E: (still, with his innocent face(s)…) ” maksud kamu gimana sih? belaian kasih sayang? bukannya aku udah sering belai indah rambutmu, belai halus tanganmu, dan licinnya dagumu?”

R: (dengan face bersungut-sungut layaknya harimau di lembah Everest)…. ” aku selama ini jablay tauk…kamu bayangin,…3 tahun kita bersama, kamu sama sekali gag menghiburku secara rohaniyah….”

E: “rohaniyah? Jasmaniyah kalli sayang….”

R: (pengen ketawa sih face dia sebenarnya)…iya wes sembarang..terserah rohaniyah dan jasmaniyah..podo ajah.. yang penting aku udah ungkapin unek-unekku sekarang,…entah kamu masih mau nikahin aku apa gag yang penting aku udah jujur….aku cinta sama kamu……

E: “aku bingung, kamu cinta sama aku, tapi… kok selama 3 tahun ini kamu bohongin aku, terus aku juga penasaran dg siapa kamu “mempersembahkan” itu-mu, jangan..jangan?…”

R: “iya… selama ini aku keluar sama temen satu kantorku, dia “hebat banget”, sayang dia udah punya pacar…”

(gwa sebagai siluman casper , semakin bingung..sedikit ngeluarin Sweet and Sweat cold-just wondering seumpama saya jadi si EK..O lak nggondik gitu..wa, tapi waktu menunjukkan pukul 11 malam..-kata kka sLank)

E: (wajah sedikit sedih, mau marah tapi di-empet)… “hmmh, aku bingung mau bicara gimana, yang jelas aku shocked… kamu aku anterin pulang ya sekarang”

R: “kok kamu gag marah? kamu gag pukul aku ato apa gitu buat nunjukin kemarahanmu? kalo gini akn aku bingung? aku juga gag tahu kamu lagi mikirin apa aja saat ini??”

E: (dengan wajah kesal).. “udah pokoknya aku anterin kamu pulang dulu”

(while Eko menyelesaikan Bill nya, saya menatap tajam ke arah wanita ini…dan saya memasukkan sel multimedia yang mengandung GPS, pelacak pemikiran dan kebohongan ke dalam hypotamus wanita ini)

brumm…. they return to their home…

coming up next… the woman way of thinking…

(all the story in here is unedited)

Advertisements

Hwah, my strategic failure .

well, i wanted to share about my failures while i am searching for my admired jobs.

1. I rejected Astrindo’s nice application in order to get a position in COmmbank and Kapalapi’s marketing team. but unfortunately, both of the companies rejected me on User interview.

2. I just focused on big company. such as pertamina, sampoerna, and BCA MT, but unfortunaley i just got info that my competitors mostly are graduate student.

3. I stayed in Malang, where most of the companies requires a closer location from their site.

4. I unable to keep on my focus, between continue my study or get a job. but after my uncle and brother told me to get a job first, i felt u unable to get financial aid. 😦

hwah. thats why, now i am in a confusing condition. i just decided to quit from malang on June 12th.

I hope i can compete in a bigger city, such Jakarta. 🙂

emmotional diary – leaving Malang … :(

finally, after a month unable to write because of my traffic schedule to find an app job, i have a spare time to write something for my lovely blog. now my topic is about my historical journey while i spent almost 4 years  to be a college student in mediocre university and reputable university in the next following 5 years.

there were a lot of sad and happy story in here, I met many lovely friends such as Quman members (Lutvi, Doni, Bill, Nanik (she’s my girfriend though), Astrid, reny, Zakka, Immanuel, bos Ucup, Pras, Om dovi, dedy o kontor, hikmah, and some other friends who dont have intense relationship with me. and also I met Gagok, Bogel, Dika, Alfan, Roka, and many others my KKN friends such as Getta, Kholik, marukolumud, ameliaayu, santy, and many others.. huwah,,, i  unable to list many of them in here. but they’ve already contributed to my self development.

but my life must go on, i realized that my decision to leave this city solely for satisfy my thirst about a real life which i’ve been admiring since i was 18, a moment where i have to continue find a right place to widen my perspective about what is the true meaning of my life short trip on the earth.

you know, my intention to pursue master graduate in brawijaya just canceled, because of my brother told me that if my decision to continue study just merely a runaway from my real task; to show him that i able to live my own life, although I’ve already fullfilled all of the reqirements from TPA, TOEFL, and references, but his statement had shaked my mind, probably his statement was true, since it has been 3 months after my graduation, i still unable to get an appropriate job for me; eventhough i’ve also rejected some of jobs offering from some companies because they asked me to be relocated in Malang and the contract stipulates not to allow me to continue my study during my contract periods. what a insane contract, I thought.

now, I prepared to move to other city, a BIG city, An Ocean… a place which requires my ability to survive and strugle to find something that i’ve been searching for a long time; Batavia. I dont know and i also unable to predict that i gonna be a succesfull warrior over there, but I just wanted to follow my ambitions though.

sometimes, I think my decision seems to be so egoistic, since i also have a girlfriend whom i think that she is the one who able to understand my way of thinking, but I also have to pursue my dream then, it also doesnt mean that to be with her is not one of my dream, but according to Dalai Lama’s thought about “detachment” which means that we have to be able to let someone go because it is the way of destiny. I believe that if she is the one for me in the future, we will be together then.

actually, my dreams are to be an annalyst, especially in economic in general and political marketing and economic in particular, and the appropriate site to get all of it is to be nearby of the center of this nation.

oh my God, as the closing statement from my bewildering story, i just wanted You to give me a chance to compete in that Ocean. I knew You will be listening to every little things of my expectations. Ya Allah…berikan aku kemudahan untuk menjalani keputusanku ini, meskipun keluargaku belum mengetahuinya hingga tulisan ini kubuat.